Selasa, 20 September 2016

Klarifikasi Kisruh Nasi Goreng Rio Ferdinand

Untung, Rio Ferdinand pernah mengnjungi Indonesia. Jika tidak, mantan bek Manchester United itu akan bingung menjawab satu pertanyaan ringan. Pertanyaan tsb bukan soal sepak bola, bukan pula soal kenangan Ferdinand selama 12 tahun bermain untuk United. Namun, itu adalah pertanyaan seputar makanan bernama "Nasi Goreng"
Mengapa nasi goreng? semua berasal dari posting-an fotonya di Twitter saat menyantap nasi goreng di Singapura akhir pekan kemarin. Posting-an itu menuai perdebatan, "Makan siang dengan nasi goreng. Menjaga tradisi lokal di #Singapura," kata Ferdinand dalam caption di bawah posting-an fotonya dalam akun Twitter miliknya, @rioferdy.

Klarifikasi Nasi Goreng Ferdinand


Ada follower-nya yang menyebutkan bahwa Ferdinand makan nasi goreng itu di Singapura. Ada juga yang bilang bahwa makanan bernama "Nasi Goreng" itu berasal dari Malaysia. Namun, tidak sedikit yang mengungkapkan bahwa nasi goreng berasal dari Indonesia. Ferdinand yang sekarang berprofesi pundit di BBC itu buru-buru menjawabnya di Twitter.
Ferdinand pun menjawab bahwa nasi goreng berasal dari indonesia. "Kenapa mesti diributkan kicauan saya terkait nasi goreng??!! Tenang kaan-kawan lokal di Asia Tenggara. (Nasi Goreng) ini mengingatkan saya dengan perjalanan ke Indonesia.. kasus ditutup! I Love!," ucap mantan pesepak bola yang berusia 37 tahun tersebut.
Ya, Ferdinand pernah berkunjung ke Jakarta pada pertengahan 2011. Mewakili Setan Merah - julukan United, Rio memberikan coaching clinic di Jakarta. Kedatangannya saat itu berkaitan dengan program kerja sama antara United dan salah satu bank swasta di Indonesia. "Saya katakan lagi, saya tidak punya pengalaman buruk di Asia Tenggara. Saya suka ini. Tidak hanya lezat-lezat masakannya, orang-orangnya pun ramah," ujar Ferdinand dalam kicauannya.

Sumber Jawa Pos 20/09/2016

Minggu, 18 September 2016

Coto Makassar | Masakan Paling Enak

Diantara kuliner Sulawesi, mungkin ini yang paling rumit. Apalagi bila kita ingin mendapatkan cita rasa khas tanpa perasa buatan. Alhamdulillah... Saya banyak belajar dari nenek tentang cara meracik bumbu yang enak tanpa perasa buatan.

Kuliner Sulawesi Selatan


Bahan dan Bumbu
- 500 gram daging sapi atau lebih. Cuci sampai bersih.
- 500 gram jerohan dan hati sapi, cuci sampai bersih
- 2½ liter air cucian beras, bilasan yang terakhir
- 10 butir bawang merah, haluskan
- 8 siung bawang putih, haluskan
- 1 sdm ketumbar sangrai dihaluskan
- ½ sdt jintan putih yang sudah dihaluskan
- ½ sdm merica halus
- Garam halus secukupnya..
- 250 gram kacang tanah yang disangrai, buang kulit ari. Haluskan
- 2 cm jahe, haluskan
- 5 batang serai, memarkan
- 2 ruas lengkuas, memarkan
- 5 lembar daun salam
- Minyak untuk menumis

Caranya:
- Rebus daging dan jeroan diatas dengan air cucian beras hingga matang.
Masukkan irisan daun salam, serai, lengkuas dan jahe.
- Setelah dirasa cukup, angkat daging dan jeroan lalu tiriskan. Setelah itu potong sesuai selera untuk penyajian.
- Tumis bumbu yang telah dihaluskan, lalu masukkan ke dalam air rebusan daging dan jeroan.
- Masukkan kacang tanah dan biarkan hingga mendidih.
- Setelah cukup mendidih. Kecilkan api.
- Masukkan daging dan jeroan kedalam mangkuk. Siramkan kaldu ke dalam mangkuk.
- Tambahkan perasan lemon dan sambal taucho
- Taburkan irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng.
Siap dihidangkan bersama ketupat.
Untuk membuat sambal taucho, siapkan 5 butir bawang merah yang sudah dihaluskan, 3 siung bawang putih yang juga sudah dihaluskan. 1 sdt gula pasir, 1 sdt garam, 150 ml air, 5 buah cabai merah keriting (haluskan), 10 buah cabai rawit, haluskan, 2 sdm tauco, haluskan. Minyak secukupnya untuk menumis
Cara membuat: Panaskan minyak, lalu tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan gula, garam dan air. Tumis hingga mendidih. Setelah dirasa cukup, angkat lalu tiriskan.

Catatan:
- Untuk mendapatkan cita rasa yang kuat, tambahkan air rebusan tulang sapi.
- Rebusan hati dan daging sebaiknya dipisah.

Selamat Mencoba